JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management https://jieman.iain-jember.ac.id/index.php/jieman <p><a href="https://jieman.iain-jember.ac.id/index.php/jieman/about" target="_blank" rel="noopener">JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management</a> is a peer-reviewed journal on Islamic educational management field and intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal is published by The Faculty of Education and Teaching Science, IAIN Jember. The editors welcome scholars, researchers and practitioners of Islamic education around the world to submit scholarly articles to be published in this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication.</p> Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan en-US JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management 2716-246X Management of Educational Facilities and Infrastructure for Hygiene and Health Care in the Covid-19 Pandemic Era https://jieman.iain-jember.ac.id/index.php/jieman/article/view/118 <p>Facilities and infrastructure are one of educational means for the implementation of the learning process to achieve educational goals effectively and efficiently. During a pandemic, it is necessary to provide infrastructure for hygiene and health care. This article aims to describe the planning, implementation, and evaluation of educational facilities and infrastructure for hygiene and health care during the Covid-19 pandemic era at SMP Negeri 01 Kencong. This study uses qualitative research methods with the type of narrative research. The results of this study include: 1) the Planning stage for the management of educational facilities and infrastructure for hygiene and health care in the Covid-19 pandemic era was done through needs analysis, projected needs, and socialization of the spread of Covid-19 conducted by MUSPIKA (Subdistrict Leadership Consultation) Kencong; 2) the Implementation of management of educational facilities and infrastructure for hygiene and health care in the era of the Covid-19 pandemic involved some process like procurement, distribution, inventory, maintenance, storage, and elimination of educational facilities and infrastructure for hygiene and health care; 3) the Evaluation of the management of educational facilities and infrastructure for hygiene and health care in the era of the Covid-19 pandemic was done through verbal evaluation and written evaluation.</p> <p>Sarana dan prasaran merupakan salah satu penunjang terselenggaranya proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pedidikan secara efektif dan efisien. Pada masa pandemi, perlu pengadaan sarana prasana di bidang kebersihan dan kesehatan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi sarana dan prasarana pendidikan di bidang kebersihan dan kesehatan pada era pandemi Covid-19 di SMP Negeri 01 Kencong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian naratif. Adapun hasil dari penelitian ini, di antaranya: 1) Perencanaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan di bidang kebersihan dan kesehatan pada era pandemi Covid-19 meliputi analisis kebutuhan, proyeksi kebutuhan serta sosialiasasi penyebaran Covid-19 yang dilakukan oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan Kencong; 2) Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan di bidang kebersihan dan kesehatan pada era pandemi Covid-19 meliputi pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penyimpanan dan penghapusan sarana dan prasarana pendidikan di bidang kebersihan dan kesehatan; 3) Evaluasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan di bidang kebersihan dan kesehatan pada era pandemi Covid-19 meliputi evaluasi secara lisan dan tertulis.</p> Aminatul Fikriyah Ahmad Royani Copyright (c) 2022 Aminatul Fikriyah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-06-29 2022-06-29 4 1 1 20 10.35719/jieman.v4i1.118 Challenges in Development TEVT Leadership in Malaysia https://jieman.iain-jember.ac.id/index.php/jieman/article/view/105 <p><em>Currently, Malaysia has 88 Vocational Colleges, which mainly offer programs in the field of Technical and Vocational Education and Training (TVET). It implies that leaders will have various behaviors in leading Vocational Colleges to enhance student learning. Consequently, developing a quality leadership style among Vocational College leaders would be difficult. Thus, this article explores the challenges of developing TVET leadership among Vocational College leaders. A qualitative method was implemented to collect data through face-to-face interviews among six Vocational College leaders. The data were analyzed using thematic analysis methods. The findings of this study reported that the challenges to developing a quality leadership style among Vocational College leaders are as follows: (a) negative attitude of leaders, (b) lack of leadership competence, (c) rapidly changing educational policies, (d) formation of organizational structure less adherence to the TVET's vision, (e) less control over leader behavior, (f) less collaborative among stakeholders and (g) leaders who are less concerned with diversity factors. The findings of this study can make stakeholders, especially policymakers and leaders of Vocational Colleges, aware of the need to identify the cause of an issue for resolution.</em></p> <p>Saat ini, Malaysia memiliki 88 Sekolah Kejuruan, yang sebagian besar menawarkan program di bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan (TVET). Ini menyiratkan bahwa akan ada keragaman perilaku di antara para pemimpin Sekolah Kejuruan untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Dengan demikian akan sulit untuk mengembangkan gaya kepemimpinan yang berkualitas di antara para pemimpin Sekolah Menengah Kejuruan. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dalam mengembangkan kepemimpinan TVET di kalangan pimpinan Sekolah Kejuruan. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara tatap muka antara enam pimpinan Sekolah Menengah Kejuruan. Analisis data menggunakan metode analisis tematik. Temuan penelitian melaporkan bahwa tantangan untuk mengembangkan kualitas gaya kepemimpinan di kalangan pemimpin Sekolah Kejuruan adalah sebagai berikut: (a) sikap negatif pemimpin, (b) kurangnya kompetensi kepemimpinan, (c) kebijakan pendidikan yang selalu berubah, (d) pembentukan struktur organisasi yang kurang sesuai dengan visi TVET, (e) kurang mengontrol perilaku pemimpin, (f) kurang kolaboratif antar pemangku kepentingan, dan (g) pemimpin kurang peduli dengan faktor keragaman. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada para pemangku kepentingan, khususnya pengambil kebijakan dan pimpinan Sekolah Kejuruan tentang perlunya mengidentifikasi akar permasalahan kepemimpinan untuk tujuan pemecahannya.</p> Norhaidi Nordin Muhammad Faizal A. Ghani Copyright (c) 2022 Norhaidi Nordin, Muhammad Faizal A. Ghani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-06-30 2022-06-30 4 1 21 40 10.35719/jieman.v4i1.105 Decision-Making Policies of Leaders within Islamic Boarding School’s Institute to Improve Formal Education Managerial’s Quality https://jieman.iain-jember.ac.id/index.php/jieman/article/view/107 <p>The rationale of the research context in this study is mainly related to the fact that there is such a significant impact of the decision-making procedure taken by leaders in Islamic Boarding School, mostly known as <em>pesantren</em>, to improve the quality of managerial activities in formal educational institutions. Islamic boarding school institutes that oversee formal educational institutions have different strategies and decision-making with targeted goals and distinctive considerations in regulating the decisions to be reached. This study focuses on the design, implementation, and evaluation of decision-making. This study used a descriptive qualitative approach. The data were collected through observation, documentation, and interviews. The data analysis used is data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that: first, the decision-making design consisted of steps like forming a team, identifying needs analysis, program designing, employing program socialization, and undergoing process evaluation, while the focus of the decision-making design was to improve the quality of management. Second, the implementation of decision-making procedures from the leaders can be seen in improving the quality of human resources, where they fixed and highlighted this particular aspect as they are directly related to the quality of school management. Third, the leaders' evaluation process was done directly and indirectly through some discussion. The evaluation standard used is the evaluation undergoes the process within the decision is implemented and at the impact of the decision to measure how significant it is. </p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya pengambilan keputusan pimpinan yayasan yang dalam kaitannya meningkatkan mutu pengelolaan di lembaga pendidikan formal. Yayasan yang menaungi lembaga pendidikan formal memiliki strategi dan pengambilan keputusan yang berbeda dengan tujuan yang terarah dan adanya sebuah pertimbangan khusus dalam menetapkan keputusan yang akan direalisasikan. Kajian ini difokuskan pada desain, implementasi dan evaluasi pengambilan keputusan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data digunakan beberapa metode yaitu, observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan analisis datanya yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, desain pengambilan keputusan terdiri dari langkah-langkah berupa pembentukan tim, analisis kebutuhan, rancangan program, sosialisasi program, evaluasi proses, sedangkan bentuk desain pengambilan keputusan pimpinan yayasan dalam meningkatkan mutu pengelolaan. Kedua, pada Implementasi pengambilan keputusan dari pimpinan yayasan terlihat pada peningkatan mutu SDM, dimana pimpinan yayasan membenahi dan fokus pada SDM. Karena bagi pimpinan yayasan hal yang terkait langsung dengan pengelolaan sekolah yakni terletak pada SDM yang berkualitas. Ketiga, evaluasi dari pimpinan yayasan yakni secara langsung dan tidak langsung dan selalu dimusyawarahkan. Standar evaluasi yang digunakan yakni pada evaluasi ketika dilakukan saat proses maupun akhir dari keputusan tersebut dan mengukur seberapa jauh pengambilan keputusan tersebut</p> Syarif Ali AlQadrie Copyright (c) 2022 Syarif Ali AlQadrie https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-06-30 2022-06-30 4 1 41 60 10.35719/jieman.v4i1.107 Islamic Boarding School’s Curriculum Management Modernization https://jieman.iain-jember.ac.id/index.php/jieman/article/view/97 <p>Islamic boarding schools, also known as <em>pesantren</em>, as educational institutions are required to revitalize and renew its nature to survive in this modern era. Islamic boarding schools are currently dealing with the modernization flow marked by the rapid pace of changes within informational technology. Therefore, Islamic boarding schools need to change the format, form, orientation, and methods of education without changing the vision, mission, and orientation of the <em>pesantren</em> itself. Among those aspects, the curriculum is the one that needs to be continuously updated. This research focuses on the response of the <em>pesantren</em>'s curriculum adaptation efforts to face modernization. One of the Islamic boarding schools that have implemented curriculum modernization is the <em>Madinatul Ulum</em> Islamic Boarding School Cangkring, Jenggawah, in Jember. The method used in this study was descriptive qualitative by implementing a case study approach. The results of this study suggest that <em>Madinatul Ulum</em> Islamic Boarding School Cangkring Jenggawah has sought to modernize its curriculum development. Some of the efforts made are; <em>first</em>, planning which is carried out with accurate considerations of several elements such as philosophical foundations, materials, learning management, teacher training, and learning systems. <em>Second</em>, the implementation was done by combining modern and traditional methods. <em>Third</em>, the evaluation was carried out through educative, instructional, diagnostic, and administrative.</p> <p>Pesantren sebagai lembaga pendidikan diharuskan mengadakan revitalisasi dan pembaharuan guna bertahan di era modern. Dalam perkembangan zaman, pesantren saat ini berhadapan dengan arus modernisasi yang ditandai dengan cepatnya laju informasi dan teknologi. Karena itu, pesantren harus melakukan perubahan format, bentuk, orientasi dan metode pendidikan dengan catatan tidak sampai merubah visi, misi dan orientasi pesantren. Diantara yang secara signifikan terus diperbaharui adalah kurikululum. Penelitian ini menfokuskan pada proses responupaya adaptasi kurikulum pesantren dalam menghadapi arus modernisasi. Salah satu pesantren yang sudah menerapkan modernisasi kurikulum yakni Pondok Pesantren Madinatul Ulum Cangkring Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Berdasarkan kajian yang dilakukan, temuannya dapat dikonklusikan bahwa kurikulum di Pesantren Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah telah mengupayakan modernisasi pengembangan kurikulum. Beberapa diantaranya adalah dengan beberapa langkah pertama, perencanaan dilakukan dengan pertimbangan akurat pada beberapa element seperti dasar filosopis, materi, manajemen pembelajaran, pelatihan guru, dan sistem pembelajaran. Kedua, pelaksanaan dilakukan dengan memadukan metode modern dan tradisional. Ketiga, evalusi dilakukan dengan edukatif, intruksioal, diagnosis dan adiministratif.</p> Abd. Muis Zaini Hepni Hepni Titiek Rohanah Hidayati Copyright (c) 2022 Abd. Muis Zaini, Hepni Hepni, Titiek Rohanah Hidayati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-06-30 2022-06-30 4 1 61 82 10.35719/jieman.v4i1.97 Supervision Activities of the Principal in Achieve Effective Online Learning with a Parental Supervision Approach https://jieman.iain-jember.ac.id/index.php/jieman/article/view/117 <p><em>From 2020 until 2022, Indonesia's Covid 19 pandemic became an epidemic. The government issued a policy in this case, educational institutions to eliminate face-to-face learning activities and learning with online learning. In its implementation, of course, there are many obstacles, especially since most students find it difficult to follow the bold learning process. This article analyzes the problems that occur in bold learning and describe effective bold learning with the involvement of the principal as a school supervisor to maximize school resources, in this case, parents with a Parental Supervision approach. This study uses a comparative qualitative research method with a qualitative approach. The results of this study found that in the implementation of online learning, there were at least three problems, namely, the lack of supporting facilities. Second, mastery of technology is not optimal. Third, the role of the principal as a school supervisor is not maximized in the process of supervising bold learning. Therefore, the role of the principal as a school supervisor is essential who can encourage parental involvement in the Parental Supervision approach to realize effective bold learning.</em></p> <p>Dari tahun 2020 hingga 2022, pandemi Covid 19 di Indonesia menjadi epidemi. Pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam hal ini lembaga pendidikan untuk meniadakan kegiatan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran dengan pembelajaran online. Dalam pelaksanaannya tentunya banyak mengalami kendala terutama karena sebagian besar siswa merasa kesulitan untuk mengikuti proses pembelajaran yang berani. Artikel ini menganalisis permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran berani dan mendeskripsikan pembelajaran berani yang efektif dengan keterlibatan kepala sekolah sebagai pengawas sekolah untuk memaksimalkan sumber daya sekolah, dalam hal ini orang tua dengan pendekatan Pengawasan Orang Tua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran online setidaknya terdapat tiga permasalahan yaitu kurangnya fasilitas penunjang. Kedua, penguasaan teknologi yang belum optimal. Ketiga, peran kepala sekolah sebagai pengawas sekolah belum maksimal dalam proses pengawasan pembelajaran yang berani. Oleh karena itu, peran kepala sekolah sebagai pengawas sekolah sangat penting yang dapat mendorong keterlibatan orang tua dalam pendekatan Pengawasan Orang Tua untuk mewujudkan pembelajaran berani yang efektif.</p> Mokhamad Yaurizqika Hadi Nur Ittihadatul ummah Copyright (c) 2022 Mokhamad Yaurizqika Hadi, Nur Ittihadatul ummah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-06-30 2022-06-30 4 1 83 100 10.35719/jieman.v4i1.117 The Effect of Price and Place on Decision Making to Stay at the Entrepreneurs Student Boarding School Nurul Islam 2 Jember https://jieman.iain-jember.ac.id/index.php/jieman/article/view/113 <p>It begins with the conflict of marketing of Islamic boarding schools (pesantren) around Jember city. The problem is from the marketing aspect used to customers in settled decision making. This research aims to 1) know how the marketing mix of education services price and place PPME Nuris 2 Jember, 2) to know how decision making settles in PPME Nuris 2 Jember, and 3) to test whether the marketing mix of price (X1) and place (X2) education services has a significant influence on decision making to settle in PPME Nuris 2 Jember. This research uses the quantitative method. So, data analysis uses multiple linear regression analysis using SPSS Version 16. The results showed that 1) The average marketing mix of category services strongly agreed with 49%, 2) decision-making on average category strongly agreed with 46%, dan 3) there is a significant influence of the marketing mix of price and place with the results of the T-test partially priced 0.12 &lt; 0.05 and place 0.000 &lt; 0.05. It means that the two variables have a partial effect, and the F test with a value of F-counting 59,996 &gt; F-table 3.07 means that the two variables have a simultaneous effect on settled decision making.</p> <p>Studi ini berawal dari konflik pemasaran pesantren di sekitar kota Jember. Permasalahannya adalah dari aspek pemasaran yang digunakan kepada pelanggan dalam pengambilan keputusan yang pasti. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui bagaimana bauran pemasaran harga dan tempat jasa pendidikan PPME Nuris 2 Jember, 2) untuk mengetahui bagaimana pengambilan keputusan yang terjadi di PPME Nuris 2 Jember, dan 3) untuk menguji apakah bauran pemasaran harga (X1) dan tempat (X2) pelayanan pendidikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan untuk menetap di PPME Nuris 2 Jember. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jadi, analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS Versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) rata-rata bauran pemasaran kategori jasa sangat setuju sebesar 49%, 2) pengambilan keputusan ditetapkan pada kategori rata-rata sangat setuju sebesar 46%, dan 3) terdapat pengaruh yang signifikan bauran pemasaran harga dan tempat dengan hasil uji T secara parsial harga 0,12 &lt; 0,05 dan tempat 0,000 &lt; 0,05 artinya kedua variabel berpengaruh secara parsial, dan uji F dengan nilai F-hitung 59.996 &gt; F-tabel 3,07 artinya kedua variabel berpengaruh secara simultan terhadap pengambilan keputusan menetap.</p> Dani Hermawan Syarifatul Maulidiyah Copyright (c) 2022 Dani Hermawan, Syarifatul Maulidiyah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-06-30 2022-06-30 4 1 101 116 10.35719/jieman.v4i1.113 Duties and Responsibilities of the Principal in Madrasa towards Teachers’ Professionalism Development https://jieman.iain-jember.ac.id/index.php/jieman/article/view/91 <p>The purpose of this study was to describe the role of the principal as a leader and manager in developing teacher professionalism. This research uses a case study approach. Data was obtained by observation, interviews, and document review. Data analysis used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation, and conclusions. This research resulted in three findings. First, as the innovator, duties and responsibilities of madrasah principals are enriching insight and related information about madrasa, opening a new madrasa program, restructuring madrasah, conducting reinforcement, developing the professionalism of teachers individually and in teams, managing the physical environment, and performing alternation. <em>Second</em>, as the motivator, duties and responsibilities of madrasa principals are provide a spiritual approach, apply the motto of ki hadjar dewantara motto "ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani, encourage teachers to improve their educational qualifications, provide rewards, initiate discipline, strengthen the friendship, and improve teacher welfare, provide recreation, pay attention to subordinates' conditions, and resolve conflicts. Third, as the administrator, duties and responsibilities of the madrasa principals are constructing job description and job specifications, constructing job description and job specifications, allocating all of the resources in the madrasa, assigning a capable person to lead a group of people, coordinating the performance of teachers and staff within madrasa, arranging program scheduling in madrasa, collaborating with other parties.</p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer dalam mengembangkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, sebagai inovator, tugas dan tanggung jawab kepala madrasah adalah untuk menambah wawasan dan informasi terkait madrasah, membuka program madrasah baru, restrukturisasi madrasah, melakukan penguatan, mengembangkan profesionalisme guru secara individu maupun tim, dan mengelola lingkungan fisik, melakukan pergantian. Kedua, sebagai motivator, tugas dan tanggung jawab kepala madrasah adalah untuk memberikan pendekatan spiritual, menerapkan semboyan Ki Hadjar Dewantara “<em>Ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani</em>, mendorong guru untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya, memberikan penghargaan, memprakarsai disiplin, mempererat silaturrahmi, dan meningkatkan kesejahteraan guru, memberikan rekreasi, memperhatikan kondisi bawahan, dan menyelesaikan konflik. Ketiga, sebagai administrator, tugas dan tanggung jawab kepala madrasah adalah membuat deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan, mengalokasikan semua sumber daya yang ada di madrasah, menugaskan orang yang cakap untuk memimpin sekelompok orang, mengkoordinir kinerja guru dan staf di lingkungan madrasah, menyusun jadwal program di madrasah, dan bekerjasama dengan pihak lain.</p> Totok Sudarmanto Abd. Muis Mundir Mundir Zainal Abidin Copyright (c) 2022 Totok Sudarmanto, Abd. Muis, Mundir Mundir, Zainal Abidin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-06-30 2022-06-30 4 1 116 144 10.35719/jieman.v4i1.91